BEBERAPA PRINSIP UMUM PENELITIAN KUALITATIF

  1. 1.        SEKILAS MENGENAI PENELITIAN DAN KEBUDAYAAN

1.1.  APA ITU PENELITIAN?

Kata penelitian memiliki sejumlah sinonim dalam bahasa Indonesia seperti studi, belajar, dan riset. Ketiga kata ini memiliki beberapa point penting yang terkandung dalamnya. Hal-hal penting itu a). merupakan sebuah aksi atau kegiatan penyelidikan; b). tentang satu atau beberapa pokok, hal, masalah (fakta atau fenomena sosial); c). berasal dari data primer atau sekunder; d). dilakukan oleh seorang atau kelompok baik yang masih belajar maupun yang sudah tamat; e). dengan sungguh-sungguh, cermat, teliti, dan saksama; f). dalam satu kurun waktu tertentu; g).dengan menggunakan metode dan teknik tertentu; h). oleh karena itu, harus sistematis, kritis, ilmiah; i). demi pengolahan, interpretasi, dan penyajian data; j). untuk mencari sebab akibat; k). untuk pemecahan masalah; l).untuk pengujian hipotesis; m). untuk pendeskripsian; n). untuk pengembangan prinsip-prinsip umum dan teori; o). demi pengembangan ilmu itu sendiri; p). dengan tujuan akhir: pengembangan manusia seutuhnya.

1.2.  JENIS-JENIS PENELITIAN LAPANGAN

1.2.1.      Penelitian Penjajakan

Penelitian ini adalah penelitian awal yang dilakukan oleh seorang peneliti atas sebuah fenomena sosial budaya. Penelitian ini bersifat terbuka (eksploratif) karena belum memiliki satu hipotesis yang kuat untuk diuji. Penelitian ini dilakukan dengan harapan agar dibuat penelitian lanjutan agar lebih disempurnakan.

1.2.2.      Penelitian Penjelasan (testing reaserch)

Penelitian ini ingin menunjukkan hubungan antarvariabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

1.2.3.      Penelitian Deskriptif

Penelitian ini bertujuan ganda, pertama, menjelaskan perkembangan sasaran fisik atau frekuensi terjadinya salah satu aspek sosial budaya dalam masyarakat. Datanya dikemas dalam bentuk tabel atau statistik maka diperlukan sebuah hipotesis. Kedua, menjelaskan secara terperinci fenomena sosial tanpa sebuah hipotesis ketat.

1.2.4.      Penelitian Survey

Penelitian ini bersifat kuantitatif. Kuisioner merupakan sarana utama untuk mendapatkan data lapangan dari responden. Karena bersifat kuantitatif maka jumlah responden sangat diandalkan (the more is the better). Cara yang paling baik dan paling sering dipakai  adalah penggunaan sample yaitu sebagian kecil yang mewakili keseluruhan. Ada beberapa macam sample yangyang dikenal. Pertama, sample acak (random sample) yaitu sample yang percontohan setiap unsurnya tanpa alasan tertentu mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai contoh. Kedua, sample area yaitu sample yang diambil dari populasi melalui pengelompokan geografis. Ketiga, sample induk yaitu sample yang diambil dari populasi untuk digunakan pada sejumlah peristiwa yang akan datang agar terhindar dari penarikan contoh sewaktu-waktu pada setiap peristiwa. Sasaran analisis sample adalah individu (konteks responden penelitian survey)

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah deskripsi mengenai sebab–akibat satu masalah yang bersifat tertentu, terbatas, dan terfokus hanya pada satu masalah. Penelitian survey menghendaki adanya evaluasi lanjutan agar berguna bagi pambangunan masyarakat manusia. Yang terpenting dari penelitian ini adalah deskripsi atau ekspelenatori dan konfirmasi dari masalahh yang diteliti yaitu hubungan kausal antarvariabel. Karena bersifat eksploratif, peneliti masih menjajaki masalah yang diteliti dengan latar belakang  penjajakan sehingga apa yang dihasilkan masih bersifat terbuka.

1.2.5.      Penelitian Eksperimen

Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan tujuan menguji hipotetis guna mengetahui sebab-akibat variable penelitian. Dalam ilmu antropologi, penelitian ini dilakukan tetapi tetap mempunyai hubungan dengan ilmu eksata dalam kerangka pemahaman dan penelitiannya. Penelitian ini dilakukan dengan bertolak dari satu atau lebih hipotesis untuk mengetahui kebenarannya.

1.2.6.      Grounded Research (field work/field research)

Penelitian ini menjadi ciri khas antropologis. Penelitian ini disebut penelitian deskriptif (antropologis) untuk melukiskan, melaporkan, memaparkan, dan melaporkan suatu keadaan, objek, peristiwa, fakta, dan fenomena sosial-budaya lalu menarik kesimpulan dengan metode induktif. Kegiatan penelitian ini harus dilakukan peneliti sendiri yang bertujuan agar proses dan mekanisme kerja penelitian lapangan berlaku dalam ruang limgkup antropologi (budaya).

Metode yang digunakan adalah metode observasi-partisipasi (methode o.p.). kekhasan metode ini terletak pada cara seorang peneliti untuk memperoleh data dan informasi. Pertama, peneliti datang ke tempat penelitian yang hendak diteliti. Kedua, peneliti tinggal di tempat itu dalam rentang waktu tertentu. Ketiga, selama penelitian, peneliti harus mengamati dengan ikut berpartisipasi aktif dalam hidup harian masyarakat setempat. Keempat, ajasmen yaitu penyesuaian diri dengan masyarakat setempat dan lokasi penelitian untuk sementara waktu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh agar efektif. Kelima, peneliti harus sanggup dan bisa menjadi salah satu dari masyarakat setempat. Keenam, penelitian harus terarah dan terfokus pada pokok masalah yang hendak diteliti.

Semua data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data primer karena diperoleh dari informan yaitu masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini bukan semata-mata untuk menguji hipotesis tetapi mendeskripsikan masalah sehingga kategori-kategori dan konsep-konsep yang dimiliki bisa dikembangkan di lapangan. Dengan sifat kualitatif-eksploratif, penelitian ini tetap terbuka terhadap kritikan dan usul saran.

1.2.7.      Kombinasi Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif

Kombinasi ini ditujukan demi penambahan data kualitatif pada data kuantitatif yang sudah ada dengan menggunakan slip.

1.2.8.      Analisa Data Sekunder

Ini merupakan jenis penelitian lapangan yang menganalisis dan menginterpretasi ulang data tertulis yang sudah ada. Penelitian ini dilakukan dengan teknik cross-checking dan memperoleh informasi penting lain yang lebih akurat. Tujuannya untuk melengkapi dan menyempurnakan data sekunder yang ada agar dapat menjadi lebih baik dan jelas.

1.2.9.      Penelitian Inferensial

Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bertujuan untuk melukiskan peristiwa kemudian menarik kesimpulan umum dengan metode deduktif. Hasil penelititan ini digunakan sebagai bahan dasar untuk memprediksi dan meramalkan peristiwa yang bakal terjadi di masa mendatang.

1.2.10.  Penelitian Dasar (basic research) atau Penelitian Murni

Penelitian ini dilakukan karena peneliti mempunyai minat, perhatian, dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Hasil penelitian ini berguna bagi perkembangan sebuah ilmu berupa pengetahuan-pengetahuan dan hukum-hukum umum yang bisa digunakan oleh peneliti lain.

1.2.11.  Penelitian Terapan (applied research)

Penelitian terapan adalah penelitian yang diarahkan pada penggunaan dan menekankan implikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dipakai untuk menyalidiki masalah-masalah konkrit dengan harapan sesegera mungkin memberikan jawaban dan solusi konkret-praktis bagi masalah yang berkembang. Kegiatan ini disebut juga penelitian komplit karena peneliti menggeneralisasi masalah berdasarkan fakta yang ada kemudian menginterpretasinya secara kritis dan menyajikan metode pemecahannya. Sifat masalah yang diteliti harus mendesak (urgent). Demi tercapainya tujuan penelitian, perlu adanya evidensi, pembuktian, para saksi mata dan sebuah analisis kritis-netral dan tidak berpihak serta klarifikasi dan generalisasi masalah, metode yang tepat, efisien dan implikatif. Hasil penelitian ini tidak harus berupa satu penemuan baru tetapi bisa berupa aplikasi baru dari penelitian dasar atau murni.

Untuk menjamin penelitian ini, setidaknya ada 5 langkah yang harus dilaksanakan:

  1. Harus ada sebuah masaalah yang dianggap sebagai masalah yang urgen, penting, dan mendesak untuk diatasi. Masalah itu dipelajari, diperiksa, diteliti dengan seksama kemudian dicari tahu kelemahannya yang paling lemah.
  2. Hal yang paling lemah atau yang menjadi pokok masalah dan persoalan harus dipilih untuk dijadikan pokok penelitian.
  3. Peneliti harus netral dalam mecari data dan pemecahannya.
  4. Buatlah satu modifikasi pemecahan yang berdaya guna bagi kepentingan terapan.
  5. Pemecahan yang disiapkan harus menjadi sistem baku.

1.2.12.  Penelitian Historis–Dokumenter

Perhatian penelitian ini adalah hal-hal atau peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di masa lalu, tetapi masih berdampak untuk masa sekarang dan nanti. Penelitian ini tentu saja bersifat historis maka sumber utamanya adalah segala dokumen sejarah dalam bentuk apapun menjadi sunber informasi. Dalam kaitan dengan ini, penelitian eksperimental bisa digunakan untuk uji coba lapangan mengenai satu hal atau satu peristiwa yang sedang diteliti.

1.3.  UNSUR-UNSUR PENELITIAN ILMIAH

1.3.1.      Konsep

Peran konsep dalam penelitian adalah sebagai penghubung antara dunia teori dengan dunia observasi dan antara abstraksi dengan realitas. Dalam penelitian sosial, peranan konsep menjadi seamakin penting karena banyak ralitas sosial yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Konsep bisa berupa definisi atau pengertian yang dipakai untuk menggambarkan secara abstrak suatu objek masalah. Konsep juga dapat dimengerti sebagai generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Konsep, dalam ilmu sosial bersifat abstrak maka harus didefinisikan dengan jelas dan diberi arti tertentu dan harus dibatasi sehinga dapat dimengerti dan dipahami maksud dan tujuan pnelitian dan penulisannya.

1.3.2.      Proposisi

Proposisi dipahami sebagai pernyataan tentang dua atau lebih konsep yang hubungan logis sehingga preposisi juga mencakup hipotesis karena hipotesis juga merupakan hubungan logis antara dua konsep dalam analisis seerhana atas suatu realitas sosial.

1.3.3.      Teori

Teori adalah rangkaian logis yang berupa defenisi, ide dan pemikiran, asumsi, konsep, yang berbicara tentang satu variable dari satu proposisi atau lebih yang berfungsi untuk menerangkan dan menyatakan hubungan sistematis antara fenomena-fenomena sosial yang hendak diteliti. Teori senantiasa berhubungan dengan pengalaman empiris karena ada hubungan yang saling mengandaikan antara teori itu sendiri dengan penelitian. Teori tidak boleh bertentangan dengan fakta yang ada, maka peranan teori digambarkan sebagai berikut:

  1. Orientasi utama dari ilmu pengetahuan. Memberikan definisi terhadap ilmu pengetahuan dengan cara memperkecil jangkauan fakta yang hendak dipelajari.
  2. Konseptualisasi dan klasifikasi. Membantu peneliti dalam mengembangkan dan merencanakan konsep dan pembagian fenomena yang senatiasa berubah-ubah.
  3. Ringkasan fakta generalisasi empiris. Semua generalisasidapat dipadukan untuk memperoleh ringkasan fakta (generalisasi empiris).
  4. Prediksi terhadap fakta. Dengan ringkasan fakta lapangan yang diperoleh maka sang peneliti dapat memprdiksi apa yang bakal terjadi di masa mendatang.
  5. Memperjelas celah-celah pengetahuan peneliti. Teori menjadi petunjuk dan memperjelas ruang lingkup penelititan yang akan dilakuakannya.

Fakta dan teori merupakan dua unsure yang tak tak terpisahkan. Fakta berperan dan berinteraksi secara tetap dan kontinu dengan teori. Keduanya mempunyai hubungan timbal balik sehinga membentuk satu kesatuan utuh yang relevan.

1.3.4.      Variarbel

Variable berarti konsep yang mepunyai nilai. Cirri utamanya adalah variable dapat berbentuk diskret (utuh) dan/atau bersambung (dinyatakan dalam pecahan). Variabel yang baik tidak tumpang tindih (mutually exclusive).

Berdasarkan hubungan sebab akibat-antara variable dikenal variable pengaruh (independent variable) dan variable terpengaruh (dependent variable). Variable pengaruh adalah variable yang mempengaruhi atau yang menyebabkan adanya variable terpengaruh. Variable terpengaruh adalah variable yang terpengaruh oleh adanya variabel pengaruh.

1.3.5.      Hipotesis

Hipotesis merupakan kesimpulan sementara mengenai hubungan antara dua variable atau lebih yang bersifat sementara (supposed to be) dalam bentuk statement. Criteria hipotesis yang baik. Pertama, hipotesis yang baik harus menggambarkan hubungan antara dua variable. Kedua, harus memberikan petunjuk bagaimana caranya pengujian hubungan tersebut dilakukan. Ada beberapa macam hipotesis seperti hipotesis relasisonal yakni hubungan sebab-akibat dan hipotesis deskriptif yang menggambarkan karakteristik masing-masing sampel menurut variable-variabel tertentu.

Dalam praktik penelitian semua contoh hipotesis disebut hipotsis kerja (Hk) dan gipotesis alternative (Ha). Untuk menguji hipotetis inni secara statitis, diperlukan satu pembanding yang disebut hipotesis nihil atau hipotesis nol (Ho).

1.3.6.      Definisi operasional

Ini mencakup term-term kunci dan penting yang harus diberi arti dan definisi yang tegas dan jelas agar dapat dijadikan alat ukur variable dalam penelitian. Hal ini dilakukan untuk mempersempit bidang yang akan diteliti. Pembatasan definisi operasional (definition of terms) sangat membantu peneliti untuk membetasi dan memfokuskan studi dan penelitiannya agar tidak berkembang kearah lain yang kurang penting.

1.4.  KEBUDAYAAN:OBYEK PENELITIAN LAPANGAN

Dari sekian banyak pengertian kebudayaan, terdapat beberap hal penting mengenai kebudayaan: pertama, kebudayaan adalah seegala sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan manusia yang tak dimiliki oleh makhluk ciptaan lain. Kedua, bersifat satu dan sama sekaligus beraneka ragam. Ketiga, dimiliki bersama oleh kelompok tertentu. Keempat, berlangsung dan lestari dari generasi ke generasi. Kelima, merupakan hasil belajar manusia. Keenam, terselenggara berkat symbol-simbol di dalamnya yaitu bahasa yang memungkinkan manusia memiliki kebudayaan. Ketujuh, terjabar dalam komponen biologis-psikologis. Kedelapan, berstruktur dan berunsur (living organism). Kesembilan, universal dan dinamis tetapi selalu dapat diintegrasikan sehingga bersifat relative.

2. PENDEKATAN ANTROPOLOGI TERHADAP KEBUDAYAAN

2.1. ETNOLOGI

Secara etimologis, etnologi berasal dari kata ethnos yang berarti negara, bangsa, penduduk, masyarakat, orang, manusia, suku-bangsa, atau ras; dan kata logos berarti ucapan, sabda, kata, pengertian, ilmu, studi-pengetahuan. Jadi, dapat dikatakan etnologi adalah pengetahuan tentang negara dan bangsa, manusia, suku bangsa dan ras. Namun, ada beberapa unsur penting tentang etnologi. Pertama, penelitian lapangan tentang kebudayaan suku-suku bangsa manusia yang ada dan hidup (present) dalam kurun waktu tertentu. Kedua, penelitian yang dimaksud menggunakan prinsip dan metode antropologis yang terlebih dahulu harus membangun teori, hipotasis, dan asumsi. Ketiga, dilakukan di lapangan untuk mendapatkan data dan fakta yang mendukung teori, hhipotesis, dan asumsi demi pembenaran teori, hipotasis, dan asumsi yang dirancang. Keempat, memiliki tujuan tunggal untuk membuat perbandingan kultural antarsuku-suku yang ada dengan cara deduksi. Sebelum semua langkah diatas diabil tentu saja terlebih dahulu disusun proposal penelitian dengan memaparkan teori, hipotesis dan asumsi dan kemudian baru turunke lapangan untuk mencari fakta dan data yang berhubungan dengan teori, hipotesis, dan asumsi yang sudah dibangun.

2.2. ETNOGRAFI

Etnografi berasal dari kata yang berarti negara, bangsa, penduduk, masyarakat, orang, manusia, suku-bangsa, atau ras dan graphein yang berarti deskripsi, gambaran, lukisan, penjelasan. Jadi, secara etimologis berarti deskripsi, gambaran, lukisan, penjelasan mengenai negara, suku, ras. Beberapa unsur penting yang terkandung dalam etnografi, pertama, deskripsi dan penjelasan lengkap, mendalam dan mendetail tentang semua aspek penting dari kebudayaan suatu masyarakat dan untuk itu perlu adanya studi kebudayaan masyarakat di lapangan oleh peneliti itu sendiri. Kedua, menggunakan metode observasi-partisipasi dan bisa dilengkapi dengan metode yang lain. Ketiga, data yang diperoleh adalah data primer, langsung dari informan yang kemuda dikumpulkan dan diinterpretasi dengan prinsip people and their culture oriented. Keempat, pembiasan masalah perlu dihindari baik di lapangan maupun ketika membuat interpretasi dan penulisan laporan. Kelima, akhir dari suatu penelitian etnografi adalah laporan tertulis atau publikasi yang dikoreksi  dengan tujuandapat diketahui umum demi kepentingan dan kebaikan masyarakat yang bersangkutan.

2.3. KESAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA ETNOLOGI DAN ETNOGRAFI

2.3.1. Persamaan

Kesamaan keduanya terletak pada objek, lokasi, persiapan studi, dn kegiatan sesudah kembali dari lapangan. Objek studi dari etnologi dan etnogrfi adalah mempelajari kebudayaan suku-suku bangsa manusia (manusia dan kebudayaannya). Lokasi penelitian adalah lapangan, tempat masyarakat berdomisili. Dalam hal persiapan dan proses sebelum turun ke lapangan keduanya harus menyiapkan bekal teoritis, proposal, dan desain riset. Hal yang sama juga akan dilakukan ketika kembali dari lapangan yaitu menganalisis data manulis laporan.

2.3.2. Perbedaan

a. Metode

Etnografi memakai metode observasi-partisipasi dan dapat dirangkai dengan metode lain. Etnologi cenderung untuk memakai metode kuesioneryang dikombinasikan dengan key-informant-interviewing.

b. Teori

Etnologi memkai teori untuk diuji diengan kebenaran dan kecocokan dengan data di lapangan. Etnografi membangun dan membuat teori setelah kembali dari lapangan.

c. Lamanya Waktu Penelitian

Seorang etnogrf akan tinggal lebih lama di lapangan karena metode yang digunakannya yaitu metode observasi-partisipasi. Sedangakan seorang etnolog tidak harus tinggal di lapangan karena cukup hanya memakai kuesioner.

d. Hipotesis dan Asumsi

Dalam etnologi, pengujian hipotesis dan asumsi diatur sesuai dengan apa yang dikehendakinya dan ini nyata pada kuesioner yang dibuat. Dalam etnografi, kesalahan dan kebenaran hipotesis dan asumsi bergantung pada hasil studi dan data di lapangan.

e. Kesimpulan

Etnologi mengunakan metode deduksiuntuk menarik kesimpulan sedangkan etnografimemakai metode induksi.

f. Tujuan

Tujuan etnologi adalah untuk membandingkan kebudayaan suku-suku bangsa manusia. Etnografi adalah ilmu yang bertujuan untuk menjelaskan budaya masyarakat tertentu secara lengkap, mendalam, mendetail, apa adanya demi pembangunan masyarakat bersangkuatan.

g. Analisis dan Deskripsi

Analisis etnografi berdasarkan dan berorientasi pada pandangan dan pola pikir masyarakatdengan prinsip people and their culture oriented. Sedangkan etnologi, analisisnya lebih berorientasi pada pengembangan ilmu, teori, dan konsep-konseep teori baru.

3. METODE DAN TEKNIK PENELITIAN LAPANGAN

3.1. Belajar Bahasa

Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti harus menguasai vernacular atau bahasa daerah baik verbal maupun non-verbal tempat penelitian dijalankan. Hal ini dikarenakan bahasa merupakan cermin pemikiran masyarakat sehingga tuntutannya bersifat maksimal dan bersifat minimal. Ketika seorang peneliti menganggap bahwa tidak perlu untuk belajar bahasa daerah, dia cukup memakai jasa seorang penerjemah. Namun, ada bebrapa catatan bagi peneliti yang memakai jasa penerjemah. Pertama, peneliti harus tetap berusaha untuk memahami bahasa vernacular agar memiliki sedikit gambaran atau wawasan tentang arti bahasa yang dimaksud. Kedua, penerjemah harus seslalu ada bersama peneliti sehingga harus mengikuti irama hidup dan kerja peneliti. Ketiga, jasa penerjemah dapat menghemat waktu penelitian karena tidak perlu membuang waktu untuk mempelajari bahasa lokal. Di pihak lain, terdapat sisi negatifnya karena kelemahan menusiawi yang bisa menghambat kerja perolehan data dan informasi. Ini semua dapat diminimalisir dengan beberap cara seperti, peretama, penerjemah berasal dari leading family untuk membatu proses sosialosasi. Kedua, menggunakan penerjemah lebih dari seorang agar bisa dilakukan cross checking informasi.

3.2. Observasi-Partisipasi

Metode ini mengandaikan peneliti senantiasa hadir dan ada di lokasi aktivitas masyarakat. Hal ini mutlak perlu demi internalisasi nilai sosial kultural yang dipelajari. Namun, seorang peneliti harus tetap selektif untuk memilih event yang harus diberi perhatian dan konsentrasi lebih. Untuk itu seorang peneliti harus masuk ke tempat penelitian seperti papan kosong (blank board), terbuka dalam mengadakan penelitian, mefokuskan diri juga pada bahasa non-verbal, kinetik, dan gerak-gerik tubuh, dan berusaha menjadi salah satu dari warga masyarakat dengan ikut terlibat aktif-pertisipatif dalam keseharian hidup warga. Namun,sebagai sebuah penelitian harus tetap metodologis, sistematis, ilmiah, dan tidak serampangan.

3.3. Wawancara Dengan Informan Kunci

Informan kunki adalah orang yang memberikan informasi langsung-lisan mengenai pokok penelitian kepada peneliti di tempat penelitian.yang menjadi seorang informan kunci biasanya orang-orang yang memiliki posisi tertantu dalam masyarakat sehingga dapat dijamin kebenaran informasinya. Juga biasanya seorang informan kunci adalah orang yang telah banyak pengalaman (tetua). Faktor kharisma yang dimiliki oleh seorang informan dapat mennjadikannya dipilih. Informasi mengenai informan kunci dapat diketahui peneliti dari warga setempat melalui proses sosialisasinya dengan warga. Dalam mewawancarai seorang informan, peneliti harus meperhatikan kode etik wawancara. Seorang informan adalah subjek sehinggan tidak boleh dipaksa dan diintimidasi demi menjaga kondisi psikologis informan. Pertanyaan yang dilolntarkan sebaiknya memakai bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Hal lain yang juga dapat dilakukan adalah mengambil foto informan.

3.4. Pembicaraan Tidak Resmi (informal talk)

Ketika seorang peneliti telah diterima dalam sebuah kelompok masyarakat dan mulai berdialog dengan maka peneliti harus mengikuti obrolan tetapi harus sadar bahwa posisinya saat itu adalah seorang peneliti. Untuk merekan kegiatan berdialog ini peneliti dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder atau walkman.

3.5. Sejarah Hidup (life history)

Metode ini digunakan etnograf untuk mempelajari riwayat terjadi dan berkembangnya sesuatu yang berhubungan dengan sebuah fenomena kebudayaan. Sesuatu itu bisa berupa masyarakat, suku, bangsa, ras, gen, agama, ideologi, daerah, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan manusia dan juga ekologi kehidupannya. Metode ini sangat handal karena konsentrasinya yang khusus pada prosedur dan hierarki peristiwa-peristiwa. Dalam metode ini, cross checking informasi dari para informan kunci sangat penting.

3.6. Inventarisasi (inventary taking)

Tujuannya dilakukannya inventarisasi yaitu untuk mengetahui peta kehidupan nyata dari masyarakat atau jemaat dalam hubungan dengan salah satu unsur budaya. Metode ini dipakai mengandaikan seorang peneliti mengetahui dengan persisunsur-unsur atau institusi budaya. Ada 7 unsur universal budaya yang dapat membentuk institusi yaitu; perlengkapan dan peralatan hidup manusia, mata pencaharian dan sistem ekonomi, siswtem sosial-kemasyarakatan, bahasa, sistem pengetahuan, kesenian dan sistem kepercayaan atau religi. Ketujuhnya itu selalu membawahi kompleks budaya yang lebih kecil yang disebut trait (item).

3.7. Analisis Peristiwa / Kejadian

Peritiwa yang dimaksud yaitu sesuatu yang terjadi dalam kegiatan hidup harian dalam masyarakat, yang sering maupun jarang terjadi baik yang bersifat khusus ataupun istimewa. Dalam metode ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah yang terjadi sebelum, selama peristiwa berlangsung, serta sesudah kejadian.

3.8. Studi Kasus (case study)

Dalam metode ini yang dipelajari adalah segala jenis kejahatan dan tindak pidana sampai tuntas. Metode penelitian ini banyak dilakukan oleh pihak berwajib (kepolisian), agen-agen perjuangan HAM, LSM yang menaruh minat besar pada perjuangan HAM, dan untuk itu metode cross-checking informasi dan data sangat dibutuhkan dalam memperjelas atau mempertegas pokok perkara.

3.9. Studi Penggunaan Waktu (time and motion study)

Studi ini memfokuskan diri pada studi warga setempat dalam kaitan dengan produksi. Peneliti harus mengikuti jenis kegiatan yang sama atau berbeda dari warga setempat sehari penuh untuk dapat mengetahui banyaknya waktu yang digunakan secara sungguh oleh seorang atau keluarga untuk satu atau beberapa jenis kegiatan perhari, perminggu, perbulan bahkan pertahun. Untuk itu ada hal yang harus diingat seorang peneliti yaitu adat istiadat dan sopan santun warga setempat,khususnya yang menyangkut hal-hal pribadi, harus lebih diperhatikan.

3.10. Membuat Sensus (census taking)

Sensus adalah perhitungan jumlah sesuatu, perhitungan ini dilakukan secara berkala untuk satu populasi dalam satu wilayah tertentu. Penelitian dengan metode sensus sangat berguna bagi penjelasan tentang penyebaran dan perkembangan sesuatu. Berdasarkan hasil studi dengan metode ini, dapat diambil tindakan yang tepat sesuai kepentingan sebuah masyarakat atau satuan unit. Peneliti dalam penelitian ini, dapat menggunakan kuesioner bila wilayah penelitian terlalu luas. Namun, jika wilayahnya tidak terlalu luas peneliti dapat mendatangi warga dan mendaftar sendiri melalui wawancara. Data yang masuk, bila dianggap lengkap, direkap, dianalisis, diinterpretasi, dijelaskan lalu siap untuk dilaporkan.

3.11. Catatan Harian (diary keeping)

Sebuah catatan harian berisi kesan atau perasaan peneliti tentang semua peristiwa baik yang menarik maupun buruk yang disaksikannya hari itu. Jika dirangkaikan dengan metode observasi-partisipasi metode ini sangat berguna dalam memberi data akurat bagi peneliti dalam kajian selanjutnya. Kegunaan lain dari metode ini yaitu untuk kepentingan kronikal dan peneliti juga semakin dilatih untuk tekun dalam menulis.

3.12. Pencatatan Silsilah (genealogies taking)

Metode pencatatan silsilah digunakan dalam penelitian tentang kebudayaan untuk menjelaskan relasi antar keturunan, suku (klan) dan rumpun keluarga tertentu dalam sebuah masyarakat. Metode akan berguna untuk menjelaskan asal-usul warga atau suku tertentu dalam satu masyarakat dalam kaitannya dengan warga atau suku lain dan relasi sosial antara mereka dalam kehidupan bermasyarakat

3.13. Foto dan Video (photogrphy and videoing)

Metode ini dipakai untuk menarik perhatian pembaca, khusus bagi masyarakat pembaca dengan konteks budaya membaca yang masih sangat minim. Catatan yang perlu diperhatikan dalam pengambilan foto dan video,pertama foto yang diambil harus mendukung pokok yang dibahas, tidak ada pedoman baku mengenai jumlah foto, foto-foto hendaknya ditempatkan secara kronologis dalam laporan, seminar dan penulisan, setiap foto harus diberi sub-judul pada bagian bawah foto. Kedua, foto harus diberi keterangan agar lebih rinci, tegas dan jelas. Kata atau ungkapan-ungkapan lokal yang terdapat dalam keterangan foto sebaiknya diberi tanda khusus. Pengambilan foto atau video dapat juga dilakukan untuk pelbagai jenis kegiatan lain di lapangan karena pengambilan foto dibuat sebagai bukti realisasi sebuah kegiatan di lapangan, sebaiknya satu foto untuk satu lembar kertas, disertai keterngan tentangnya. Foto yang digunakan dalam laporan harus diseleksi agar sesuai dengan pokok yang dibahas dan deskripsi foto disertai juga dengan tanggal dan lokasi pengambilannya.

3.14. Pembuatan Peta Wilayah (mapping)

Fungsi peta pada umumnya yakni memberikan gambaran geografis agak lengkap mengenai suatu wilayah, demikian pula fungsinya dalam penelitian, agar pembaca mendapat gambaran geografis secara kultural untuk membentuk mentalitas masyarakat bersangkutan. Oleh karena itu, peta hendaknya dibuat selengkap mungkin dan peta yang dibuat hendaknya berbicara mengenai pokok yang hendak dijelaskan, serta peta diambil dari data sekunder, maka harus diberi keterangan lengkap mengenai peta itu.

3.15. Kuisioner (Angket)

Ini satu set daftar pertanyaan yang berhubungan dengan sebuah topik yang saling berkaitan dan diformulasikan secara ilmiah, koheren, terperinci dan lengkap, yang mana disiapkan oleh peneliti untuk didistribusikan kepada responden. Kuesioner merupakan sarana yang dipakai untuk memperoleh data kuantitatif karena hasilya terjelma dalam angka-angka, tabel-tabel, diagram, dan uraian yang mengarah pada penarikan kesimpulan. Metode ini banyak dipakai dalam penelitian survey demi reliabilitas dan validitas data.

3.15.1 Isi Kuisioner

Berkisar pada masalh yang ingin dipecahkan, fakta, pendapat, dan persepsi diri. Kategori pertanyaan yang disediakan diharapkan cukup mudah untuk dijawab responden sehingga lebih jelas dan menghemat waktu.

3.15.2 Jenis Kuisioner

a. Kuisioner Tertutup

Kuesioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan tertutup atau dengan kata lain partanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan memilih alternative jawaban yang diberikan.

b. Kuisioner Terbuka

Keusioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan terbuka atau jawaban yang dibutuhkan adalah pendapat responden.

c. kombinasi kuisioner tertutup dan terbuka

Kesioner ini disediakan pertanyaan yang diisi dengan jawaban yang tersidia dan juga responden diberi ruang untuk berpendapat.

3.16 Sarana Bantu Teknis

Tujuan memasukkan dan menjelaskannya sarana bantu teknis sebagai salah satu metode penelitian adalah mengingat peneliti akan pelbagai alat bantu atau sarana teknis penelitian yang harus disiapkan peneliti sebelu penelitian. Sarana bantu teknis yang perlu dipersiapkan adalah catatan harian, notes, kertas secukupnya, karbon, pita mesin tik, alat-alat tulis, mesin tik, komputer, penjepit kertas, staples, map, gunting, mistar, rugos, kamera, CD, tape recorder, kaset, baterai secukupnya serta keperluan lainnya yang mendukung penelitian. Di samping semuanya itu, fasilitas hidup peneliti juga sangat perlu untuk diperhatikan.

4. CATATAN AKHIR: KESIMPULAN

Kita memiliki kebudayaan yang kompleks dan rumit, sekaligus kaya dan beraneka. Studi tentang penelitian kualitatif dan dengan metode-metode yang dipakai di lapangan mengantar kita pada satu pemahaman baru tentang relitas kebudayaan itu sendiri dengan penekanan pada tingkat mutu dan kualitas suatu hasil penelitian. Penelitian kualitatif, sebagai sebuah kegiatan lapangan dan kebudayaan sebagai objeknya, menelaah fenomena-fenomena dan fakta empiris dalam satu bentuk rangkuman pengetahuan yang memadai demi tujuan ahkhir yaitu pembangunan manusia seutuhnya. Grounded research, yang sangat antropolgis, merupakan salah satu metode handal untuk mencapai hasil yang berkualitas. Observasi-partisipatif menuntut kerja keras dengan tingkat ketelitian dan  akurasi pengolahan data tinggi menejadi batu loncatan tersendiri dalam penelitian kualitatif untuk mencapai dan menemukan forma dasar dari setiap lingkup kebudayaan.

Penelitian kualitatif menjadi sarana utama dalam menggali dan mengeksplorasi kebudayaan-kebudayaan yang mejemuk di negeri ini. Seorang peneliti (antropolog) membuat gambaran yang jelas tentang hasil studinya agar dapat dipahami dengan baik dan jelas pula oleh masyarakat. Namun, harus diperhatikan juga bahwa dalam studinya, seorang antropolog memulai dari titik nol untuk memahami obyek studinya. Oleh karena itu, hasil penelitian masih sangat terbuka terhadap kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi satu kualitas pemahaman yang utuh.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: