YESUS BERTEMU MURID-MURID YANG PERTAMA Yoh. 1:35-51

  1. 1.      Bagikanlah perikop ini, atas bagian-bagiannya dan berikan alasan mengapa dibagi demikian?

Perikop Injil Yoh.1:35-51 dibagi dalam dua bagian besar. Bagian pertama dimulai dari Yoh. 1: 35-42. Pada bagian ini Yohanes mewartakan Yesus sebagai Anak domba Allah (1:36) kepada kedua muridnya serta reaksi mereka untuk mengikuti Yesus dan bersaksi tentang Dia.  Bagian ini terjadi di Yudea, tempat Yohanes Pembabtis tampil. Bagian kedua Yoh 1: 43-45. Bagian ini menceritakan panggilan murid yang lain (Filipus) yang kemudian memberikan kesaksian tentang Dia.[1] Panggilan ini terjadi di Galilea dan juga melambangkan instruksi bagi jemaat Kristen bukan Yahudi.

  1. a.      Murid-murid Yohanes Pembaptis mengikuti Yesus dan bersaksi tentang Dia, 1:35-42 (Bagian yang pertama ini berlokasi di tempat Yohanes Pembaptis tampil, yaitu di Yudea (ay 28). Daerah ini merupakan daerah kokoh Yahudi. Semua pelaku dalam Injil ini pun bernama Ibrani atau Aram, seperti Andreas, Simon, Kefas, dan Yohanes).

Bagian ini diawali dengan kesaksian Yohanes tentang pribadi Yesus. Yohanes Pembabtis bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah.[2] “Lihatlah Anak Domba Allah!” (Yoh. 1: 36) yang merupakan bentuk metafora pribadi Yesus sebagai seorang guru. Hal ini dilakukannya agar kedua muridnya memahami siapakah Mesias yang dia serukan selama ini dan mereka langsung mengikuti Yesus (1:37). John the Baptist was without jealousy; he had encouraged his disciple to follow Jesus, and later these first two brought the others.[3] Terhadap keberanian keputusan kedua murid ini, Yesus pun bertanya “Apakah yang kamu cari?” (Yoh. 1: 38). Mencari, dalam bahasa Yunani, zeteo, biasa dipakai untuk mencari sesuatu yang hilang atau salah tempat tetapi juga sering dipakai untuk pembelajaran filosofis atau pertanyaan-pertanyaan keagamaan.[4] Maksud dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui motif merka mengikuti Dia. Namun, karena keputusan mereka sudah bulat, mereka balik bertanya “Rabi dimanakah Engkau tinggal?” (Yoh.1: 38). Rabi (kurie) adalah term yang sering digunakan untuk menghormati seseorang secara langsung dan pada bgian ini penginjil mengambilnya sebagai ekspresi kesopanan untuk menggambarkan pertemuan dengan Yesus.[5] Sementara itu, kata tinggal, dalam bahasa Yunani berarti meno, menggambarkan kejadian penting tertentu dalam sejarah penyelamatan.[6] Yesus merespon kesungguhan mereka dengan sebuah ajakan “Marilah dan kamu akan melihatnya.”(Yoh. 1:39). Melihat dalam pengertian penginjil berarti percaya.[7] Ini dimaksudkan bahwa mereka percaya dengan sungguh-sungguh, Yesus adalah Mesias. Ada dua hal yang digarisbawahi disisni, pertama, pemuridan merupakan suatu perjalanan, suatu petualangan di mana si murid mempercayakan arah perjalanannya kepada sang guru. Kedua, pemuridan meliputi kesempatan untuk mengalami sendiri. Ajakan Yesus terhadap kedua murid tesebut juga telah menjadi ajakan bagi semua manusia tanpa batas umur. Jesus’ invitation to “come and see” extends to all of us in every age. We are all called to be   his disciples, to come to Jesus and stay close to him. As we do, he will reveal himself to us and teach us, enabling us to be more like him. As a young boy, the Old Testament prophet Samuel learned this lesson, responding to the Lord’s call with an open ear and open heart (1 Samuel 3:10).[8]

 

  1. b.      Panggilan Murid-Murid yang lain dan kesaksian mereka akan pibadi Yesus 1:43-51. (Berlangsung di Galilea. Betsaida (ay. 44). Sebuah kota yang sebagian besar penduduknya kafir).

Pada bagian pertama murid Yohanes rasul mengambil inisiatif untuk mengikuti Yesus. Pada bagian yang kedua ini, Yesus mengambil prakarsa untuk memanggil Filipus dengan ajakan sederhana, ikutlah Aku. Mengikuti (akoloutheo: Yunani) berarti menyusul seseorang. Pada konteks ini kata ini bermakna metafora yang berarti menjadi murid Yesus.

Pemanggilan Andreas adalah pemanggilan seorang murid yang telah mengikuti semua kegiatan permuridan. Pada pemanggilan Filipus, mewakili awal yang baru dalam cerita penginjil karena YESUS menggunakan model klasik untuk memanggilnya, ikutlah Aku. Setelah Filipus dipanggil, terjadi reaksi berantai di mana Filipus berjumpa dengan Nathanael dan mengemukakan klaim bahwa Yesus-lah yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi (sebutan kelima terhadap Yesus).[9]  Kata-kata ini merupakan uraian dari pengakuan Andreas dalam ayat 41 tentang Mesias. Seperti Andreas dan Filipus berbicara mengenai Yesus dalam istilah Mesias yang tradisional. Mereka mengklaim bahwa Mesias yang lama dinantikan itu adalah Yesus dari Nazaret. Namun klaim Filipus ini menggelisahkan Natanael karena tidak ada sesuatu yang penting yang dapat diharapka dari Nazaret. Untuk menanggapi sikap skeptik Natanael, Filipus meniru kata-kata Yesus, “marilah dan ikutlah”. Sebagaimana dapat dikatakan bahwa dalamYohanes 1:35-42 tokoh-tokoh terpenting di samping Yesus adalah Andreas, Simon, Kefas dan Yohanes bernama Ibrani atau Aram. Demikian pun sebaliknya dalam Yohanes 1:43-51 ini tokoh-tokoh lain selain Yesus adalah Filipus dan Natanael yang bernama Yunani. Mengenai Natanael dikisahkan bahwa pada saat dia datang Yesus berkata kepadanya “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”. Kata-kata Yesus tersebut sebenarnya memiliki implikasi sampai pada kehidupan kita sekarang.

 

2.2. Gagasan-Gagasan Pokok Yang Menghubungkan Kedua bagian Dari Yoh. 1:35-51.

Gagasan pokok yang menghubungkan kedua bagian ini ialah Yesus adalah Anak Domba Allah dan Mesias yang datang dari Nazaret. Kehadiran Yesus menyatukan semua kisah atau kejadian dari setiap bagian itu. Reaksi berantai dari para murid pun menghubungkan kedua bagian itu. Pada bagian pertama, para murid menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah. Titel Yesus itu pun berlanjut pada bagian kedua, yang menyebut Yesus sebagai Mesias. Secara lebih terperinci lagi dapat dibagi seperti berikut:

  • Yohanes Pembabtis memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya dan direspon dengan mengikuti dan memberi kesaksian tentang Yesus.
  • Yesus memanggil Filipus dan Natanael menjadi pengikut-Nya. Mereka merupakan representasi jemaat non-Yahudi
  • Yesus menjanjikan bahwa murid-murid-Nya akan melihat hal-hal  yang lebih besar lagi.

2.  Apa pendapatmu tentang Yohanes Pembaptis.

Yohenes pembabtis, anak Elisabet dan Zakharia, adalah bentuk pengabulan doa mereka yang menghendaki keturunan. Sebagai sepupu Yesus karena Elisabet adalah saudara Maria ibu Yesus, Yohanes pembabtis adalah rekan masa kecil Yesus. Yohanes Pembabtis merupakan manusia pertama yang mengenali Yesus sebagai Anak Allah dan Mesias. Dialah yang menjadi pintu gerbang bagi Yesus untuk memulai karya-Nya ketika Yesus dibabtis di sungai Yordan. Pada saat yang sama, Yohanes Pembabtis menjadi saksi hidup pengukuhan Yesus sebagai Putra Allah. Kehadiran Yohanes Pembabtis sangat penting karenna ia menjadi tokoh  sentral dalam proses perkenalan Yesus dengan dunia.

Ia juga merupakan orang yang diramalkan dalam nubuat Yesaya (Luk. 3:4-6; Yoh. 1:23) sebagai pribadi yang menyiapkan jalan bagi karya kegembalaan Yesus di dunia. Untuk itu, Yohanes Pembabtis mengutuk semua dosa dan kesalahan manusia (Mk. 6:18; Mat.14:4) serta menyerukan pertobatan. Sebagai perintis karya keselamatan Yesus, Yohanes Pembabtis tampil sebagai seorang pembela dan yang mengembalikan iman orang Israel lewat pembabtisan di sungai Yordan.


       [1]A. S. Widiwiyata, Tafsir Injil Yohanes, Cet.I (Yogyakarta: Kanisius, 2008), pp.32-34.

       [2]Ibid, p. 33.

[3]Patricia Grogan, Christian Community Bible, Ed. XVII, (Quezon City 1101: Claretian Publication, 1995), p.187.

       [4] Raymond F. Collins, John and His Witness (Makati City:ST.Pauls, 1996), p. 42

       [5] Ibid,. p.37.

       [6] Ibid,. p.42

       [7] Raymond E. Brown, The Gospel and Epistles of John (Makati City:ST.Pauls, 1994), p.27

       [8]Leo Zanchettin (ed.), John: A Devotional Commentary, Meditations on the Gospel According to St. John, (USA: The Word Among Us, 2000), p.24.

       [9]Ibid., p.35.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: